Kamis, 18 Agustus 2011

rangkuman pelajaran IPS kelas 5 kerajaan Hindu Buddha

Rangkuman Singkat Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia
Sejarah merupakan kisah atau cerita yang mengupas peristiwa kehidupan manusia pada masa lampau.
Sumber sejarah dapat berupa lisan, tulisan, dan benda.
Sebelum mengenal agama nenek moyang kita menganut kepercayaan Animisme dan Dinamisme.
Animisme adalah kepercayaan pada roh-roh halus.
Dinamisme adalah kepercayaan pada benda-benda yang mempunyai kekuatan gaib.
Hindu-Buddha masuk ke Indonesia dengan damai dibawa oleh para pedagang dari India dan Cina.

Kerajaan Hindu di Indonesia
Kerajaan Hindu yang pernah ada di Indonesia antara lain:
a. Kerajaan Kutai                  d. Kerajaan Kediri
b. Kerajaan Tarumanegara     e. Kerajaan Singasari
c. Kerajaan Mataram Kuno     f. Kerajaan Majapahit

Majapahit mendapat sebutan sebagai kerajaan maritim dan agraris. Selain itu disebut sebagai kerajaan nusantara.

Kerajaan Kutai
terletak di Muara Kaman, di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Kerajaan Kutai.
Kerajaan Kutai didirikan oleh Kudungga pada tahun 400 dan merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia
Bukti berdirinya Kerajaan Kutai adalah ditemukannya yupa.
Raja-rajanya Kudungga , Aswawarman, Mulawarman

Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa, terletak di tepi Sungai Citarum, Bogor, Jawa Barat. berdiri pada abad ke-5 M. atau tahun 450 Masehi. Wilayahnya meliputi Karawang, Jakarta, Bogor, dan Banten.
 Raja yang terkenal dari Tarumanegara adalah Purnawarman yang menganut agama Hindu aliran Wisnu.
Bukti prasasti:
1) Prasasti Ciaruteun
2) Prasasti Jambu
3) Prasasti Lebak
4) Prasasti Kebon Kopi
5) Prasasti Tugu
6) Prasasti Pasir Awi
7) Prasasti Muara Cianten

Kerajaan Kediri
terletak di tepi sungai Brantas, Jawa Timur, beribu kota di Daha
kediri mulai dikenal pada masa pemerintahan Raja bameswara tahun 1117 M.
Berikut ini raja-raja yang pernah memerintah Kediri.
• Bameswara /Kameswara I (tahun 1117–1130 M)
• Jayabaya (1130–1160 M)
• Sarweswara (1160–1170 M)
• Aryyeswara
• Gandra
• Srungga
• Kertajaya (1200–1222 M)
Kediri mencapai puncak kejayaan pada masa Jayabaya yang terkenal dengan ramalannya yang dikenal sebagai Jongko Jayabaya.
Kertajaya merupakan raja terakhir Kerajaan Kediri setelah dikalahkan oleh Ken Arok dari Singasari.

Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari terletak di Tumapel, Malang, Jawa Timur. Didirikan oleh Ken Arok tahun 1222 setelah mengalahkan Raja Kertajaya Kediri.
Ken Arok dinatikan Anusapati (1227 – 1248 M),
Anusapati digantikan Tohjaya (1248 M),
Ranggawuni (1248 – 1268 M)
dan Kertanegara (1268 – 1292 M).
Singasari mencapai puncak kejayaan pada masa Kertanegara.

Kerajaan Majapahit
Majapahit adalah Kerajaan Hindu terakhir.
Kerajaan Majapahit terletak di selatan Sungai Brantas di Kecamatan Trowulan, Mojokerto sebelah barat Surabaya. didirikan oleh Raden Wijaya tahun 1293
Raden Wijaya digantikan Jayanegara (1309–1328)
Pada masa pemerintahan Jayanegara banyak terjadi pemberontakan. pemberontakan Ranggalawe (1309), pemberontakan Sora (1311), pemberontakan Nambi (1316), pemberontakan Rasemi (1318), dan pemberontakan Kuti (1319).
Gajah Mada. berhasil menumpas pemberontakan.
Gajah Mada bersumpah untuk menyatukan Nusantara dibahah Majapahit. Sumpah itu disebut Sumpah Palapa.

Hayam Wuruk (1350–1389)
Ketika naik tahta Hayam Wuruk berusia 16 tahun
pemerintahan Hayam Wuruk didampingi oleh Patih Gajah Mada dan Majapahit mengalami zaman keemasan.
Hayam Wuruk wafat tahun 1389 dan Gajah Mada wafat tahun 1346

Peninggalan bercorak Hindu
Prasasti Mulawarman, dari kerajaan Kutai ditulis dengan huruf Pallawa bahasa Sansekerta
Prasasti Adityawarman tahun 1356 M, peninggalan kerajaan pagaruyung di batu Sangkar, Sumatra Barat
Prasasti Batu atau Prasasti Ciaruteun di Bogor, peninggalan raja Purnawaran, kerajaan Tarumanegara.

Candi
Candi Portibi di Padang Balok, Sumatera Utara, peninggalan kerajaan panai tahun 1039 M.
Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang di klaten, Jogyakarta, peninggalan Kerajaan Mataram Hindu abad ke-8

a. Candi Prambanan       b. Candi Panataran
c. Candi Jago                d. Prasasti Ciaruteun
e. Prasasti Tugu            f. Prasasti Kebon Kopi
g. Arca Airlangga           h. Arca Joko Dolog 
i. Kitab Arjunawiwaha    j. Kitab Sutasoma

Agama Hindu memercayai adanya dewa-dewa. Dewa yang tertinggi adalah ”Tri Murti”, yaitu
a. Dewa Brahmana (Pencipta),
b. Dewa Wisnu (Pemelihara), dan
c. Dewa Siwa (Perusak).

Karya Sastra

Peninggalan adat istiadat
Agama Hindu ada di Indonesia sejak tahun 78 Masehi. Dalam masyarakat Hindu dikenal tingkatan masyarakat menurut kasta. Kasta yang dikenal dalam agama Hindu, yaitu
a. Kasta Brahmana,
b. Kasta Ksatria,
c. Kasta Weisya, dan
d. Kasta Sudra.
Upacara & Hari Raya
Ngaben [pembakaran mayat] di Bali
Hari Raya Nyepi dan Galungan

Peninggalan sejarah pada masa Budha berupa hal-hal berikut.

 Tokoh ajaran Buddha adalah Sidharta Gautama atau Sang Buddha
Gautama. Menurut kepercayaan Buddha, alam semesta dibagi tiga, yaitu
a. Kamadhatu,
b. Rupadhatu, dan
c. Arupadhatu.
Upacara tradisi agama Buddha yang masih dilaksanakan untuk mengenang kelahiran, kematian, dan moksa-nya sang Buddha adalah ”Tri Suci Waisak” di kawasan Candi Borobudur.

Buddha masuk ke Indonesia hampir bersamaan dengan agama Hindu.
Kerajaan-kerajaan bercorak Buddha, antara lain Kerajaan Holing, Kerajaan Mataram, dan Kerajaan Sriwijaya.
Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim, pusat pendidikan dan penyebaran agama Buddha, dan sebagai pusat perdagangan.

2. Peninggalan pada Masa Buddha
a. Candi Borobudur        e. Prasasti Talang Tuo
b. Candi Mendut            f. Prasasti Telaga Batu
c. Candi Muara Takus     g. Arca Buddha
d. Prasasti Kedukan Bukit


4. Peninggalan-peninggalan sejarah bercorak Buddha, antara lain candi dan tradisi agama.
Candi-candi Buddha, antara lain Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Muara Takus.
Adapula yang berupa prasasti, seperti Prasasti Balitung di Kedu, Prasasti Kalasan, dan Prasasti Karang Tengah.

 donasi mendukung layanan blog ini ke
rek. Mandiri 109-00-1083021-4 a.n. heppy widjayanto
rek. BCA 3264101633 a.n.  ernawati 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar